Sejarah

1962

PERESMIAN SARINAH

Sarinah diambil dari nama salah satu pengasuh Soekarno pada masa kecil.

Kesan mendalam tentang kebesaran jiwa sang pengasuh menginspirasi dalam penyematan nama tersebut.

Beliau mengajarkan Soekarno untuk menghormati dan menyayangi semua orang khususnya rakyat kecil.


VISI UTAMA

Menjadi pusat perdagangan
dan promosi produk
dalam negeri.

1970


PERKEMBANGAN GEDUNG

Istilah "ngemal" kini,
dulu adalah Nyarinah Yuk!

01

Menampilkan gaya arsitektur International Style tahun 60-an

02

Menonjolkan karakter vertikal pada tower, dan horizontal pada podium

03

Atas podium merupakan lantai terbuka untuk publik

2020


SARINAH MASA SEKARANG

01

PENAMBAHAN MASA

Tambahan massa podium menjadi 2 lantai

02

PENAMBAHAN FUNGSI

Halaman barat dan utara menjadi lahan parkir

03

PERUBAHAN FASAD

Fasad mengalami perubahan berupa cladding aluminium pada tower dan podium

ENVISIONING THE

Window

of

Indonesia

TEKAD, SEMANGAT SARINAH


“Berbagai krisis ekonomi telah kita lalui dan dan UMKM yang selalu menyelamatakan ekonomi nasional. Oleh karena itu keberpihakan kepada ekonomi rakyat adalah kunci pembangunan berkelanjutan”

Menteri BUMN Erick Thohir

Sarinah memang selalu dalam benak Presiden Jokowi sebagai simbol wujud pemimpin dari rakyat jelata, maka segera setelah beliau menetapkan kabinet kerja jilid II pada akhir tahun 2019 lalu, Presiden Jokowi dan Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan bahwa Sarinah sebagai satu-satunya BUMN retail milik rakyat harus dipertahankan dan diunggulkan. Menteri Erick Thohir dengan tegas menyatakan keberpihakannya kepada usaha rakyat namun tidak primordial karena peluang kerjasama dengan brand internasional dan investor harus dijaga untuk merebut pasar global serta merepresentasikan Indonesia yang modern.

01

02

03

04

Mengembalikan
jejak sejarah

Menjadikan Sarinah
sebagai Pusat Ruang
Publik Kawasan

Menyatukan Site Sarinah
dengan kawasan
sekitarnya

Menciptakan suasana rimbun penuh dengan Pohon

Mengembalikan
jejak sejarah

01

02

03

04

Ciri khas Sarinah sejak beroperasi tahun 1967 dan salah satu anatomi cagar budaya. Walaupun pernah ditutup, saat ini sedang dipugar untuk dikembalikan keaslinya.

Refleksi nadi kehidupan
jantung ibu kota

Integrasi Sarinah dengan
kawasan sekitar

Ruang terbuka hijau menyejukan pelepas penat dan keceriaan komunitas

Available

SPACES

Unduh Proposal

Sejarah

1962

PERESMIAN SARINAH

Sarinah diambil dari nama salah satu pengasuh Soekarno pada masa kecil.


Kesan mendalam tentang kebesaran jiwa sang pengasuh menginspirasi dalam penyematan nama tersebut.

Beliau mengajarkan Soekarno untuk menghormati dan menyayangi semua orang khususnya rakyat kecil.


VISI UTAMA

Menjadi pusat perdagangan dan promosi produk dalam negeri.

1970

PERKEMBANGAN GEDUNG

01.

Menampilkan gaya arsitektur International Style tahun 60-an

02.

Menonjolkan karakter vertikal pada tower, dan horizontal pada podium

03.

Atas podium merupakan lantai terbuka untuk publik

2020

SARINAH MASA SEKARANG

01.

Menampilkan gaya arsitektur International Style tahun 60-an

02.

Menonjolkan karakter vertikal pada tower, dan horizontal pada podium

03.

Atas podium merupakan lantai terbuka untuk publik

ENVISIONING

Window

of

Indonesia

TEKAD, SEMANGAT SARINAH


“Berbagai krisis ekonomi telah kita lalui dan dan UMKM yang selalu menyelamatakan ekonomi nasional. Oleh karena itu keberpihakan kepada ekonomi rakyat adalah kunci pembangunan berkelanjutan”

Menteri BUMN Erick Thohir

Sarinah memang selalu dalam benak Presiden Jokowi sebagai simbol wujud pemimpin dari rakyat jelata, maka segera setelah beliau menetapkan kabinet kerja jilid II pada akhir tahun 2019 lalu, Presiden Jokowi dan Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan bahwa Sarinah sebagai satu-satunya BUMN retail milik rakyat harus dipertahankan dan diunggulkan. Menteri Erick Thohir dengan tegas menyatakan keberpihakannya kepada usaha rakyat namun tidak primordial karena peluang kerjasama dengan brand internasional dan investor harus dijaga untuk merebut pasar global serta merepresentasikan Indonesia yang modern.

Ciri khas Sarinah sejak beroperasi tahun 1967 dan salah satu anatomi cagar budaya. Walaupun pernah ditutup, saat ini sedang dipugar untuk dikembalikan keaslinya.

Refleksi nadi kehidupan jantung ibu kota

Integrasi Sarinah dengan kawasan sekitar

Ruang terbuka hijau menyejukan pelepas penat dan keceriaan komunitas

Available

Spaces

Unduh Proposal